Tuesday, May 18, 2010

ngabudi tai


inilah yang kemudian aku rasakan dan bunda mengucapkannya: "Tuh, kan, jelema nu kitu mah ngadon ngabudi tai! Maneh bebelaan sapopoe, ti isuk nepi peuting ngurus nu kitu, nepi ka awak ruksak, tapi mana perhatianana ti ...... euweuh pan. Ngadon diperes weh tanaga, meusmeus nalangan heula jang ieu itu, mana penghargaanana tinu ngaran ...... teh. Euweuh penghargaanana pisan, teu ngahargaan ka maneh geningan, ngan meres tanaga weh hungkul. Mikir sugan mah maneh teh."

Maafkan aku bunda, aku kerap membangkang mengenai yang satu ini. benarlah kata-katamu, meski aku tak pernah sedikitpun bercerita mengenai suka-duka mengerjakan ini dan bersama-sama dengan ...... bekerja dalam kegiatan, meski aku tak pernah memuji dia di hadapanmu, terlebih menjelekkannya, tapi kau tahu segalanya yang menimpaku, meski aku tak berbicara sepatah katapun.

Memang hese ari sulit ati belah bayah mah, da ngaranna ge adat kakurung ku iga, jadi geus teu bisa dirubah.

Akhir-akhir ini banyak sekali yang kulewati, aku benar-benar dikhianati dan disakiti.
Ke mana perginya? Ketika kami-kami berjuang mempertahankan dan membangun, ketika itu pula seenaknya pergi dengan tanpa pertanggungjawaban sedikitpun.

Akulah akhirnya yang harus menanggung semua: MENGAIS-NGAIS TANAH KUTUKAN, MENGUNYAH BANGKAI DI PERADABAN.

Siapa yang seharusnya bertanggung jawab dalam cerita ini????

Semestinya bukan aku, sudah tentu.




Namun aku bersyukur, setidaknya aku tetap membuat bundaku bangga, dengan maju sebagai penanggung jawab (msekipun aku bukan penanggung jawab) namun aku tetap bertanggung jawab. Aku bangga, aku bangga membuat bundaku bangga karena memang bunda TIDAK MENGAJARKANKU UNTUK MENJADI SEORANG PECUNDANG, MENJADI SEORANG PENGECUT.

KONSISTENSI DAN TANGGUNG JAWAB adalah DARAH MERAHKU!!!!!

Friday, April 30, 2010

meruhkan kerajaan



Mungkin melalui sedikit tulisan ini akan sedikit pula lebih terkendali emosiku.
Sungguh susah membangun kerajaan meskipun kecil. Pengorbanan, semangat_gagasan itulah yang penting. Kami berjuang mengupayakan sebuah tekad, kebersamaan, dan semangat.

Semoga pengupayaan ini tak sekedar berujung tepuk tangan atau senyum pujian. Lebih dari itu, ruh dan darah yang mereka alirkan adalah nyawa.
jangaarrrrrrrrrrrrrrrr




Jumat ini jangar pisan. Mulai dari jadwal pentas ujug-ujug pindah gara-gara gedung dipake pajabat, ortu siswa komplen soal anaknya serapahku akan anaknya yang tak akan lulus (ya jelaslah anak bego plus malas gitu mana bisa lulus murni), tentang keadaan di tempat kerja, organisasi yang makin aneh, dan ahhhhhhhhhhhhhhhh aku sendirian lagi di rumah!!!!!!!!

somebody help me now!!! give me a hug.....
(ternyata ini tulisan pertamaku setelah 3 bulan, terlalu banyak yang kualami dan pikirkan hingga tak sempat mengunjungi catatan elektronik ini)

Thursday, April 29, 2010

menjadi batu



apakah aku harus menuliskan sesuatu? entah,,,, aku sedang melipat hati, tak ingin berbagi tawa
semestinya aku mengakhiri sejak awal, apa yang kuperjuangkan sesungguhnya? apakah kemuliaan itu perlu? apakah kebersamaan itu penting? yang patut diperjuangkan adalah hak, bukan konspirasi, bukan kesepahaman, bukan komitmen, bukan pula kebersamaan
toh saat tiap-tiap kita mendera kekalutan, penat itulah yang meninabobokanmu, hanya menjadikan malam-malamku menjadi semakin menakutkan, penuh waswas dan ketidakpastian
masihkah harus kulanjutkan ini: MENJADI PRABU ATAU MENJADI BATU...!!

Saturday, January 09, 2010

Angin pun sedikit memberi kehampaan. Aku masih juga menyelesaikan imajinasiku. Tersesak sesaat oleh imajiku sendiri_tentangmu yang kerap menyapaku dalam tiap basuhan kenangan, pun dalam bisingan shower yang menghantamku bertubi-tubi.
Selamat siang... [untukmu yang kerap kuselipkan dalam tiap lantunan tasbihku]

Wednesday, November 11, 2009

menyelesaikan

hmmmmm, pagi ini jam tujuh sudha mengejar matahari terbit, capekkkkkk,,,,,
saat tiba di cisarua, aku dan si ambon harus menyusuri kebun sosin dan alang-alang, lalu kami pun mesti menuruni bukit yang sangat terjal, aku terlebih dahulu tentu

hmmmm,,,, setelah itu, kami melanjutkan misi menuju pegunungan di arah pantura, naik bis, naik angkot, turun naik wuihhhh,,, melelahkan sekali

perjalanan yang sangat menghabiskan energi, namun sangat senaaanngggggg


cerita lucunya: mau dikasih duit malah pada kaburrrrr














Sunday, November 08, 2009

pengumuman lomba



Pengumuman pemenang lomba penulisan essai antikorupsi, di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, 08 November 2009.
















kau ternyata cukup dan sungguh mampu melenyapkanku dalam imajinasi terdalamku.



gumullah aku dengan semua gigi kecilmu yang berbaris rapi saat menatapku

Saturday, August 22, 2009

inilah yang mereka (pelajar, guru, dan masyarakat umum di Bandung-Jakarta)katakan mengenai pementasan LADANG PERMINUS.

Persiapan dan castingnya sangat baik dan proper, dialognya bisa enjoy untuk didengar dan dicerna sehingga membuat pementasannya enjoy utnuk ditonton, untuk saya pribadi, untuk segi pemilihan tema saya memang sangat suka dengan salah satu tema tentang pemberantasan korupsi dan sebagainya (Samuel Rizal, Artis).

Fabulous! kawan-kawan di pementasan berhasil menyajikannya dengan sangat apik dan memberi kesan bahwa hidup kita ini adalah sandiwara nyata dimana setiap orang adalah peran utamanya (0856---)

Bagus, tapi maaf ceritanya mungkin terllau berputar-putar maaf ya , tapi keseluruhan sudah bagus. (0833---)

Top dech pokonya (0898---)

Plotnya cukup terbnagun, tapi beberapa peran pembantu masih kaku dan kurang natural seperti masih menghapal, Cuma segitu maklum ga nonton sampe beres (0812---)

Ok, sangat bagus alangkah baiknya kalau dibuat film, akan sangat bermanfaat bagi guru sebagai media pembelajaran. (0817---)

Tema yang mengangkat masalah korupsi yang sudah mengkristal, bahkan sulit ditumpas sangat menarik bagi saya, ini merupakan gambaran negatif bagi kita semua tentang keadaan negara. Mengenai tampilan pementasan, mimik pelaku dll saya angkat jempol, saya belajar banyak hal ketika melihat pementasan tersebut khususnya mengenai teater, pokonya saluut deh moga sukses (0813---)

Pertunjukan teater Ladang Perminus menurut nsaya sudah hampir sempurna. Saya harap cerita dalam pertunjukannya lebih diperjelas. Thank’s. Semoga sukses (0852---)

Pementasan yang diselenggarakan ini sangat menarik dan menambah pengetahuan kita di bidang korupsi. Ditambah dengan akting orang-orang yang memerankannya, membuat ceritanya seperti sungguhan. Saya merasa senang telah diundang menonton Ladang Perminus. (0898---)

Mestinya pementasan ini dipertunjukkan di depan wakil rakyat... ada bagian-bagian yang ga jelas maksudnya (pramugari lagi ngobrol) tapi secara keseluruhan menarik banget buat ditonton (0812---)

Bagus, cukup menyentuh untuk berkaca diri dalam pembelajaran tentang kepribadian yang jujur dan bertanggung jawab untuk generasi penerus bangsa yang bersih dan bertransparansi dalam mengaudit keuangan negara, alangkah baiknyalagi acara seperti ini jangan hanya satu departemen saja. Terima kasih. (Renja, smkn 2 jakarta)

Agak monoton pas pergantian latar tempatnya (0857---)
Owh, mpentasnya keren abiez.. ini bisa dijadikan contoh buat anak-anak muda sekarang (0898---)

Pementasannya bagus, tapi saya kurang paham endingnya. Kenapa Kahar itu harus dimakankan di taman makam pahlawan? Apa karena dimakamkan di sana bisa disebut seorang pahlawan? (0229294---)

Bagus. Penghayatan maksimal. Karakter tokoh sesuai. Tetapi pengantar alur terlalu panjang, beberapa bloking membelakangi penonton sangat mengganggu (0815---)

Aktor, aktris bermain total. Skenario ok banget. Tata lampu panggung hebat! Kalo durasi persingkat tanpa mengurangi inti cerita akan lebih ok (0812---)

Perlu ada tambahan adegan agar amanat yang diusung mengalir dan terjaga, terutama penonton awam yang terbiasa disuguhi menu sinetron. (0852---)

Bagus. Saya kagum dengan pementasan malam itu. Pemain sangat menjiwai. Kostum pemain sangat pas. Tata ruang/setting sesuai adegan. (08152---)

Menurut Wy teaternya tuh bagus banget ngasih pesannya tuh bagus, udah gitu aneh aja gitu seorang koruptor bisa jadi pahlawan. Si Bapak Hidayatnya itu meskipun berperilaku baik tapi mempunyai simpanan gitu, jadi ngebuat si penonton tuh aneh gitu! Kahar pahlawan yang jasanya itu entah di mana tapi jadi pahlawan. (0857---)

Keren! Serius, sarat pesan. Saya yakin proses adaptasinya dan latihan memakan waktu lama. Tokoh Hidayat dan Kahar yang sangat menarik membuat cerita sangat hidup. Sukses dan hebat! (Tanti SMA 8)

Bagus dan mendidik. Pemeranan juga sudah cukup pas. (Decky, SMA 19 Bandung)
Bagus tapi kurang jelas waktu akhir ceritanya. (0856---)

Bisa dijadikan sebagai contoh kehidupan bahwa kita dilarang melakukan perbuatan korupsi sekecil apapun. (0852---)

Sebuah pementasan yang membukakan kesadaran atas bobroknya pejabat, kegamangan manusia jujur yang diming-imingi upeti, dan perjuangan untuk tetap bekerja idealis dan bermoral. (0852---)

Bagus, menarik tepat ditonton oleh generasi penerus. Mudah-mudahan melalui pementasan teater itu generasi muda lebih tergugah nuraninya untuk di kemudian hari bila menjadi orang yang punya wewenang tidak menyalahgunakannya sebab cepat/lambat akan berending tragis. (0852---)

Teaternya cukup menarik. Semuanya dilakukan dengan sangat rapi. Tapi tempatnya kurang nyaman sehingga suara dari luar ruangan mengganggu konsentrasi untuk menyimak teater itu. (0898---)

Bagus, sangat baik untuk dijadikan mediator penyampaian penyuluhan budaya korupsi pada cikal bakal para calon pemimpin bangsa, namun menurut saya peran yang disajikan masih cukup kasar bagi pemikiran seorang pelajar, sehingga diperlukan pemikiran-pemikiran tertentu untuk mencerna apa yang akan disampaikan pada pementasan teater itu sendiri sebagai mediator penyuluhan budaya korupsi. (0857---)

Ladang Perminus sangat top dan diacungi jempol karena berkat itu kita sadar akan kekayaan alam yang kita punya selama ini jadi incaran para koruptor. (0881---)
Asyik, segar. Semula kupikir bakal bete, gak taunya betah sampe selese. Apalagi musik ok! (0811---)

Pementasannya bagus. Walaupun temanya serius tapi tetap bisa disampaikan dengan menghibur. Cuma untuk pola pergantian settingnya mungkin bisa diberikan beberapa variasi supaya tidak kesannya terlalu teknis mengingat banyaknya pergantian setting. (Wewe)



foto memang mampu berbicara banyak hal







penat jadinya



hmmmmm,,,,,, walau beberapa hari yang lalu, tepatnya telah berjalan seminggu intens menjalin komunikasi dengan seseorang namun saat ini merasa senyap semuanya. Apa sebab karena terlampau sensitif??? Hanya aku bercerita tentang suatu hal dan begitu dingin tanggapannya.

Sejujurnya aku mulai merindu, dan mulai menggebu, namun harus senyap dan menjadi sungguh bingung dalam seketika. Apa selanjutnya? Padahal hari-hari ini aku sudah muali menceriakan diri kembali

Monday, August 17, 2009

cepat berlalu












Sejak kedatangan di bulan mei, kami banyak melewatkan kegiatan bersama dalam rangkaian pementasan, berikut proses tentunya. Saat ini telah tiba untuk kembali melanjutkan semua rencananya. Inilah saat yang akhir, ketika kami berfoto bersama, sengaja hanya untuk sebuah kenangan bersama. Semoga pertemanan ini tak henti dan terus terjalin dengan baik. Semoga di pentas berikutnya kami semua masih dapat berkolaborasi.

Sekedar perjamuan sederhana yang kami lakukan, antara grandma, mom, and daughter. Keakraban yang lebih terjalin baik justru di akhir waktu.

Monday, August 03, 2009

Mencoba menjadi seorang yang bisa menerima segala dengan ikhlas dan legowo, tak mudah sangat. Memang tak mudah, sulit sungguh.

Setiap celotehan sepertinya memancing untuk dilempari, namun tetap harus berusaha bersikap tetap tenang, walalupun darah sudah mendidih benar. Segala apa yang telah kulakukan hanyalah debu yang beterbangan, dan jikapun hinggap sangat mudah untuk disingkarkan, tiupan perlahan pun menjadikannya berantakan kembali tak mengarah pada apapun.
Semoga setiap proses yang kujalani menjadikanku bisa lebih menerima apa yang terjadi, walau terkadang tak patut kuterima. Ini saat-saat ketika aku benar-benar telah berkata: CUKUP!

Sunday, July 26, 2009

Kekecewaan, kekesalan ini semakin memuncak dan mengalienasiku. Dengan segenap hati kuteruskan yang ada dan kubangun apa yang baru. Tak mudah menjadikan semuanya tetap bisa berjalan hingga sekarang. Perjuangan yang tak bisa dibayar dengan materi, hanya bisa dibayar dengan batin, kepuasan batin yang tak pernah terjamah ternyata. Ia, batinku masih suci, masih menunggu dijamah untuk bisa turut tertawa bersama bibirku. Hingga saat akhir pun ia masih belum tertawa, tersenyum pun tidak, apalagi terbahak-bahak melampiaskan kepuasan yang mahadahsyat.
Masih ada pertimbangan untuk melanjutkan? Rasanya tidak. Sudah akan aku putuskan sejak saat ini bahkan dari sebelumnya sesaat menjelang ia diketuk-ketuk hingga remuk. Toh sudah tak ada yang harus kubayar. Sudah tercukupkan dan sudah tertata cukup rapi (memang hanya cukup rapi, tak lebih rapi, bahkan sangat rapi) di etalase setiap koridor ruang. Semoga semuanya tetap bisa berjalan. Melanjutkan apa yang telah aku turut perjuangkan pula. Selamat melanjutkan perjuangan kawan, semoga tak bernasib sepertiku.

Tuesday, July 21, 2009

minggu yang happy



menghilangkan sejenak kepenatan dari serentetan peristiwa dalam minggu-minggu terakhir ini. Minggu 19 juli, kawan sewaktu kuliah menikah, dan kembali aku menjadi mc untuk acaranya yang ketiga, setelah sebelumnya untuk ultah dan pembukaan tk al-quran. Hmmmm,,, aku hanya menyelesaikan tugasku sampai jam 11.30 karena aku bergegas hendak menghilangkan kejenuhan secara spontan yakni: OUTBOND. Haaaaa kami ke katumiri, dan mencoba hampir semua permainan yang ada. Untuk permainan walking on the sky (hahhaa) aku menduduki peringkat waktu tercepat,,, selanjutnya kami menenangkan diri dengan berenang, hmmm nikmatnya, setelah berdebu kemudian berendam, haaaaa

thank's God,, terima kasih kawan atas semua keindahan itu...

Monday, July 20, 2009

tusuk lagi terus



begitulah, pelan-pelan dan penuh ketelitian dalam menusukku, tak peduli dengan pisau apa kau-kalian melakukannya, toh rasanya sama saja: SAKIT!!

sedikit menusuki dengan perlahan, tiba-tiba menohok ketika aku sedang menoleh panggilanmu-kalian, hmmmm sungguh sebuah 'takdir' yang sempurna

inilah saat bagiku untuk kembali merumuskan suksesi kausalitas logika



sudah saatnya!

Tuesday, July 07, 2009

wuiihhhhhhhh



Selasa yang penuh sesak, tak hanya oleh jejalan kendaraan yang memenuhi sepanjang jalan karena liburan, namun juga ini adalah hari yang disesakkan oleh keadaan-situasi di suatu tempat. Aku sama sekali tak memiliki tendensi untuk menyinggung, hanya ingin 'mengetes' kedisiplinan dan daya tangkap para AKTOR, bukan pada sasaran menghujam nonaktor, siapapun itu. Tapi malah ada yang merasa tersinggung dan sepertinya cukup beremosi menimpali perkataanku.

Sungguh tak ada niatan berdebat atau mengurusi hal/bagian yang bukan kerjaanku atau tanggung jawabku. Namun ketika yang lain mengorek-ngorek apa yang menjadi bagianku, berkomentar ini itu seolah lebih mafhum daripadaku, aku tak berceloteh sedikitpun, tapi giliran aku cuma sekedar mengingatkan kembali apa yang sudha disepakati bersama, kontan, sontak terpancing emosinya. Padahal, sebelumnya (hari sebelumnya) ada hal yang lebih memancing emosi SEMUA PIHAK.

HHHHH,,,,,, aku sudah benar-benar JENGAH. Mau diam dan tak menceritakan kepada siapapun susahnya karena maslalah dan rasa tak enak itu aku telan sendiri. Bukan mau itungan, tapi kalo gini caranya aku bisa itung-itungan pula. Apa yang sudah kulakukan selama ini toh demi bersama, keberlangsungan bersama, dan yang lain malah ...?????


Ahhhhh, capek jika begini terus mah, aku dalam perjalanan pulang sempat berpikir keras untuk menata ulang apa yang telah aku rumuskan. Mungkin sudah saatnya aku benar-benar menata ulang semuanya. Jika harus mengucap selamat tinggal pun aku rela dengan ikhlas. Sebab semuanya ini hanya menyisakan ketaknyamanan dan ganjalan.


Jika tiba waktunya, selamat melanjutkan, semoga menjadi baik karena olehku tak menjadi apa-apa.

Sunday, July 05, 2009

ladang perminus








Indonesia Corruption Watch, mainteater bandung, Perkumpulan Seni Indonesia, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, dan Perkumpulan Praxis serta didukung oleh ELSAM, Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat, Perkumpulan HUMA, INFID, KontraS Jakarta, Remdec, Voice of Human Rights, Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan, Jaringan Advokasi Tambang, sedang mempersiapkan Pementasan Teater LADANG PERMINUS, adaptasi novel Ladang perminus karya Ramadhan KH.

Pentas bulan Agustus 2009 di Bandung dan Jakarta.
Bandung: 6 – 8 Agustus 2009
Pukul 14.00 & 20.00 WIB
GK Rumentang Siang

Jakarta: 12 – 13 Agustus 2009
Pukul 14.00 & 20.00 WIB
Graha Bhakti Budaya TIM

Di negeri ini, hanya di negeri ini, seorang koruptor bisa menjadi pahlawan.

It’s free of charge!!
Don’t miss it!!!!

Informasi: Bandung – zhu khie thian (0819.1033.4417)
Jakarta – andi k yuwono (0811.182.301)

Friday, July 03, 2009

bersama kawan selamanya



kawan baikku, yang kerap memberikan aku doa dan semangat. Semoga menjadi penolong saat mautku telah tiba.





hendak jengah



Berkutat sekian lama dalam hal yang kusenangi memang menakjubkan, bertahun-tahun, sekian produksi dilakoni untuk sebuah kerja bersama-kerja tim. Tentu tanpa pretensi mendapat 'bentuk apresiasi' lebih. Toh serta merta aku sadar, sangat sadar yang kulakoni saat ini tak menjanjikan banyak, terlebih untuk menutup semua kebutuhan. Dari awal niatnya juga bersama-sama. Kami memulai dengan: siapa yang punya rezeki, hanya sekdar untuk ketemu-ngobrol-rapat memperbicangkan kegiatan dan rencana. Berangkat dari susah, dan masih ingat ketika harus berkumpul dan uangku semakin tak mencukupi walau hanya untuk ongkos angkot pulang-pergi. Serta merta emminjam dana talangan yang setelah dihitung-hitung cukup untuk ongkos dan konsumsi alakadarnya. Berangkat dari perih, aku melakoninya.

Saat ini jika kunilai sudha jauh lebih baik dari sebelumnya. Jauh-jauh lebih baik sungguh. Namun paskibraka tak bisa berjalan sendirian tentunya. Setelah hampir semua hal teknis dan operasional tertata dan terpecahkan atau minimal diketahui titik solusinya, sayang, yang tersisa hanyalah PR-PR yang menumpuk yang ternyata masih harus diselesaikan sendiri, yaaa paling banter oleh segelintir orang yang itu-itu juga. Segelintir mana memadai dengan sekelompok.

Harus didasari betul memang olehku siapa aku. Mengapa bisa sampai 'di sini' dan 'begini'. Awalnya toh memang aku dititipi untuk mengurus, bukan disiapkan atau dipilih untuk turut mengurus atau membantulah jika terkesan lancang kata mengurus aku gunakan. Ya memang, akhirnya aku hanya dititipi untuk mengurus dan saat ini pun aku hanya akan memposisikan diri sebagai orang yang dititipi, setelah sebelumnya pada beberapa waktu lalu aku merasa aku bukan dititipi tapi aku menjadi bagian dan harus melakukan hal sebaiak-baiknya, berkorban sesungguhnya, mengoptimalkan semua yang bisa kuberikan, apapun itu. Namun ketika saat ini aku telah merasa menjadi benar-benar bagian dan punya andil, selalu gugur, kikis kembali. Memang harus disadari betul bahwa aku bukan orang yang diminta atau bahkan disiapkan, aku hanyalah yang dititipi, jadi memang sepertinya harus tahu porsi. Sudahlah memang sudah saatnya aku melihat dunia lain, melihat pohon mangga di luar snaa yang ranum dan menggelitikku untuk segera memetiknya. Semoga tak berbuah kejadian yang menimpa Adam.

Jengah sudah tentu. AKu rasa sekian lama namun tak pernah kupedulikan. Namun ini saatnya aku memposisikan diri sebagai pesuruh saja. Lebih baik begitu. Toh, aku tak punya tanggung jawab apapun nantinya. Bukan lepas dari tanggung jawab atau mangkir dari kewajiban, hanya saja jengah telah memenatkan seluruh isi otakku. Cukup 1 tahun aku berada dalam bayang-bayang psiko. Menjadi pesakitan yang tak kunjung bugar. Saatnya telah tiba bagiku untuk mmelihara kembali dan memandang serta berdecak kagum atas anggrek yang kutanam dan kunantikan kembangnya. Semoga tetap berbunga sepanjang waktu, silih berganti.

Hari baru telah tiba. Seperti hari kelahiranku ke dunia.

Friday, May 01, 2009

Next performance!!!!!





Be there!!!!!